Geliat Pesona Mutiara Di Timur Indonesia, Labuan Bajo, Menyongsong Era Digital

            Indonesia baru saja memperingati hari jadi yang ke-74. Itu menandakan sudah 74 tahun Indonesia merasakan kemerdekaan. Dengan mengusung tagline “SDM Unggul Indonesia Maju” yang berarti bahwa pengembangan SDM di Indonesia akan menjadi fokus utama dalam pemerintah. Berbicara tentang SDM yang unggul, Indonesia memiliki generasi penerus bangsa yang cukup melek tekhnologi di era digital seperti saat ini. Sebut saja sebagai Era Millenials. Dimana pemuda pemudi Indonesia berlomba-lomba untuk menciptakan sebuah karya dalam bidang yang mereka geluti masing masing. Tidak terkecuali dalam bidang pariwisata. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki destinasi pariwisata terbaik. Di antara banyak destinasi pariwisata yang dimiliki oleh Indonesia, agaknya generasi millenials lebih tertarik untuk mengangkat potensi wisata yang ada di Labuan Bajo. Karena Labuan Bajo juga masuk dalam 10 destinasi wisata yang akan dikembangkan oleh pemerintah dan salah satu dari 4 destinasi super prioritas nasional.

            Labuan Bajo atau yang kerap disebut sebagai Mutiara di Timur Indonesia merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Labuan bajo digadang gadang sebagai “The Second Best Tourist Destination” di wilayah Timur setelah Bali. Dimana terdapat ragam wisata bahari hingga menikmati pemandangan dari atas bukit yang mengagumkan.

            Banyak sekali destinasi wisata yang berada di sekitar Labuan bajo. Tak hanya warga lokal dan generasi millenial saja, tapi juga datang dari berbagai penjuru dunia. Pemandangan alam yang ditawarkan sangat indah untuk diabadikan dalam sebuah karya potret. Semua spot yang ada di Labuan Bajo merupakan spot favorit dan instagrammable bagi siapa saja yang datang mengunjunginya tak terkecuali generasi millenials Indonesia. Contohnya saja, Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Kalong, Pulau Kelor dan lainnya. Ini menjadi salah satu alasan, mengapa Labuan Bajo dijadikan sebagai destinasi Super Prioritas oleh pemerintah.

Sunrise Pulau Padar

            Peran generasi millenials dalam pertumbuhan potensi wisata berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Labuan Bajo setiap tahunnya. Alhasil, ini juga akan memudahkan usaha pemerintah untuk mengembangkan sektor pariwisata agar benar-benar bagus dan berkelas.

            Sebuah peluang yang sangat baik untuk perkembangan perekonomian di NTT. Mengingat semua fasilitas infrastruktur dan akomodasi untuk menuju Labuan Bajo akan diperbaiki dan ditingkatkan. Tidak hanya campur tangan pemerintah saja yang akan ikut andil untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata Super Prioritas, tetapi juga generasi millenials indonesia. Mereka melalui sosial media, secara tidak langsung memiliki kekuatan penuh untuk mampu mempromosikan betapa indah dan cantiknya pesona Labuan Bajo.

Berjajar puluhan pulau cantik nan eksotis menambah daya tarik Labuan Bajo, lihat saja salahsatunya bernama Pulau Kelor. Sebuah pulau yang memiliki ciri khas pulau berbukit dan memiliki sedikit pantai pasir putih.

Ada lagi yang namanya Long Beach, lokasinya satu pulau dengan Pulau Padar namun memilki keunikan sendiri yaitu pantai pasir putih dan mempunyai hamparan pecahan coral merah yang sering disebut dengan Pink Beach.

Pink Beach di Long Beach

Juga ada pulau timbul yang muncul saat air laut surut, orang sekitar mengenalnya dengan sebutan Taka Makasar.

Pulau Timbul Taka Makasar

           Satu hal menarik yang tidak dapat dijumpai di destinasi manapun, di Labuan Bajo wisatawan dapat menemukan binatang Komodo. Binatang Purba yang hidup dalam konservasi Taman Nasional Komodo, Flores. Letaknya di Kepulauan Komodo, Taman Nasional Komodo berfungsi untuk melindungi komodo yang terancam punah dan habitatnya serta keanekaragaman Hayati di wilayah tersebut. Tak hanya itu, Taman Nasional Komodo juga didaulat sebagai Situs Warisan Dunia oleh Unesco.

Tiket masuk salahsatu habitat Biawak Komodo di Pulau Rinca yang masih termasuk dalam Taman Nasional Komodo cukup terjangkau untuk kalangan wisatawan.
Karcis masuk pengunjung Rp 5.000,-
Karcis masuk Kendaraan Air Kapal Motor Rp 150.000,-
Karcis kegiatan wisata alam penelusuran hutan dan mendaki gunung Rp 5.000,-
Karcis retribusi tempat rekreasi Pulau Rinca Rp 50.000,-
Biaya pemandu wisata Rp 80.000,-/guide

Pulau Rinca Habitat Komodo Destinasi Wisata Ramah Keluarga

            Sebagai destinasi wisata alam yang instagrammable, Labuan Bajo wajib menjadi salah satu bucketlist generasi millenials untuk dikunjungi. Tidak hanya keindahan alamnya saja, tetapi terdapat beberapa festival kebudayaan yang menarik untuk disaksikan. Harapannya, Labuan Bajo dapat menjadi destinasi tingkat dunia dalam hal pariwisata. Jadi, tidak ada alasan lain yang dapat membantah untuk tidak berkunjung ke Labuan Bajo.

Tinggalkan komentar