
Bersyukur dan bangga menjadi bagian dari Indonesia adalah sebuah kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia, negara dengan potensi alam yang luar biasa, laut, pantai, jajaran pulau-pulau, gunung, persawahan, suku dan warisan budaya yang sangat beragam. Indonesia adalah secuil surga yang membentang indah dan menawan. Terdapat banyak warna dalam masyarakatnya, berbeda beda, tetapi tetap satu.
Ada banyak alasan untuk berkeliling dan memahami setiap jengkal Negeri ini, dari Sabang sampai Merauke. Entah untuk mengenal lebih jauh saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang berasal dari berbagai suku, menikmati indahnya anugerah alam yang di berikan oleh Tuhan, semakin meumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia, hingga untuk memperkaya pengetahuan diri sendiri akan budaya yang kita miliki.
Salah satu cara unik untuk menikmati destinasi wisata alam maupun budaya di wilayah timur Indonesia adalah mencoba keseruan hidup diatas kapal ala millenials. Wisata yang populer dengan sebutan Live On Board atau sering juga disebut dengan istilah Sailing Komodo mulai digandrungi berbagai kalangan beberapa tahun kebelakang. Para wisatawan pun kini memiliki banyak pilihan untuk bisa merasakan keseruan Live On Board, baik dengan mengikuti open trip bagi perorangan ataupun private trip untuk wisatawan dengan jumlah banyak.

Siapa yang tak kenal dengan kapal Pinisi? Kapal layar tradisional khas Indonesia yang merupakan warisan dari para pelaut suku Bugis, Sulawesi Selatan. Sebagai pengingat, pada tahun 2017 UNESCO telah menetapkan kapal Pinisi sebagai warisan budaya takbenda dunia milik Indonesia. Kapal yang memiliki lebar perut minimal 4.5 meter dan panjang 22 meter, serta memiliki fasilitas premium akan menjadi rumah terapung selama tiga hari dua malam mengitari pulau-pulau di sekitar Taman Nasional Komodo.
Para wisatawan akan diajak merasakan sensasi menjalani hidup di laut layaknya kakek moyang bangsa ini yang terkenal sebagai pelaut. Namun tetap dengan berbagai sentuhan modern di dalamnya, seperti salah satunya tempat tidur yang ber-ac dengan kamar mandi di masing-masing kamar. Terdapat pula area bersantai dan tempat makan instagrammable yang dapat semakin mengakrabkan satu dengan yang lainnya. Merasakan hembusan angin laut di deck kapal pada sore hari dijamin dapat menghilangkan penat yang ada.
Tiga hari untuk menjelajahi pulau-pulau yang ada di sekitar Taman Nasional Komodo merupakan waktu yang singkat. Berikut adalah rekomendasi destinasi untuk wisatawan yang ingin memaksimalkan liburannya selama mengikuti Live On Board. Perjalanan dimulai pagi hari ketika mentari mulai ramah menyapa dengan tujuan Pulau Kelor, kemudian Pulau Manjarite yang menawarkan lanskap perbukitan yang memanjakan mata. Selanjutnya bergeser ke Pulau Rinca untuk menyaksikan Komodo dari dekat. Pada saat berada di Taman Nasional Komodo, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat Komodo adalah karnivora para wisatawan diharapkan mengikuti peraturan dan arahan dari petugas. Mengunjungi tiga pulau dalam satu hari cukup menguras tenaga, pastikan kondisi badan sedang fit.
Keesokan harinya, mengunjungi Pulau Kalong Rinca kemudian bergeser ke Pulau Padar, dan ditutup dengan menikmati senja dari Pink Beach. Dalam satu hari kita bisa mendapatkan pemandangan bukit dengan padang rumput yang magis dan pantai yang indah. Lalu pada hari terakhir trip berkunjung ke Manta Point, Gili Lawa, Pulau Kanawa, dan diakhiri dengan bersandar di Labuan Bajo yang merupakan destinasi wisata super prioritas. Selama trip sebisa mungkin gunakan outfit yang nyaman dengan bahan mudah menyerap keringat karena rangkaian trip yang padat cuaca yang cukup panas. Dan pastikan untuk mendokumentasikan setiap kegiatan di spot-spot yang instagrammable.



Wisata Live On Board ini bukan hanya diperuntukkan bagi kaum millenials, namun bisa juga menjadi pilihan destinasi liburan bagi keluarga muda. Dengan memperkenalkan kekayaan alam Indonesia sedini mungkin pada anak-anak dapat menumbuhkan keperdulian mereka pada alam dan sekitarnya. Berinteraksi langsung dengan alam terutama laut dari atas kapal dan bertemu Komodo yang merupakan hewan langka dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan.





